4 Syarat Mutlak Bikin Sirkuit MotoGP Sesuai Standar FIM

4-Syarat-Mutlak-Bikin-Sirkuit-MotoGP-Sesuai-Standar-FIM

Sebagai salah satu negara dengan jumlah fans fanatik terbanyak Moto GP, Indonesia dan Malaysia menjadi incaran Dorna Sports dalam menggelar berbagai pertandingan. Meski begitu, bukanlah hal yang mudah untuk bisa lolos menjadi penyelenggara Moto GP. Mengingat Indonesia sendiri belum memiliki sirkuit bertaraf internasional, sedangkan Malaysia punya sirkuit di Sepang. Dengan begitu, tiket Moto GP Sepang banyak menjadi incaran para fans karena memiliki fasilitas yang mumpuni dan harganya relatif terjangkau. 

Syarat Mutlak Bikin Sirkuit MotoGP 

Untuk bisa menjadi tuan rumah Moto GP, banyak tahapan dan syarat yang mesti dipenuhi. Dari sekian banyaknya syarat yang diajukan FIM, Indonesia dan Malaysia memiliki sarana dan prasarana yang memadai. Dalam menentukan trek balap yang layak, Federation Internationale de Motocyclisme (FIM) membuat semacam buku pedoman yang di dalamnya terdapat beberapa ketentuan yang akan diuraikan di bawah ini. 

1. Layout Sirkuit 

FIM merekomendasikan sirkuit yang memiliki daya tarik tinggi untuk kompetisi serta memiliki faktor keselamatan yang mumpuni. Kedua hal ini menjadi hal penting dan utama. Untuk lebar sirkuit sendiri minimal 12 m, kemudian bagian starting grid wajib mempunyai lebar minimal 14 m. Lalu bagian transisi sirkuit yang berbeda wajib dibuat secara gradasi. Transisi sirkuit ini tidak boleh mengecil atau melebar secara tiba-tiba. Transisi yang direkomendasikan oleh FIM yaitu perubahan 1 meter untuk setiap 20 meter panjang sirkuit. 

2. Banking Transition 

Banking merupakan gradien transversal atau kemiringan dari sebuah sirkuit. Kemiringan ini diukur dari garis tengah sirkuit. Pada trek yang lurus harus memiliki kemiringan agar saat hujan tidak ada genangan air yang menyebabkan jalan yang licin. 

Transisi dari setiap perbedaan gradien mesti diperhatikan dengan seksama, agar dapat membentuk drainase air dengan baik. Kemudian untuk menghindari kemungkinan-kemungkinan akselerasi transversal, serta sebagai sebuah garis yang dapat dilihat pembalap. 

3. Sistem Drainase 

Sistem drainase yang layak menjadi salah syarat mutlak yang harus dipenuhi oleh pemilik sirkuit. Sistem drainase yang layak harus menjamin trek, pitlane, tepi trek, area run-off, dan gravel terhindar dari genangan air. Kemungkinan adanya genangan air pada sebuah trek dapat membahayakan pembalap. 

Bisa jadi pembalap yang mengendarai motornya keluar dari racing line. Penonton pun mungkin merasa takut saat melihat pembalap keluar dari trek. Jangan sampai tiket Moto GP Sepang sepi peminat dikarenakan sistem drainase yang tidak layak. Maka dari itu, sistem drainase ini perlu diperhatikan dengan sangat seksama, 

4. Bagian Trek Lurus 

Sebagaimana buku pedoman FIM, trek lurus minimal harus memiliki panjang 250 meter. Untuk garis start harus ada 200 meter sebelum tikungan pertama. Sedangkan untuk sirkuit kelas A, panjang minimal trek lurus ialah 400 meter. Garis start pertama sebelum tikungan pertama jaraknya tidak kurang dari 250 meter. Bagian trek lurus ini penting sekali diperhatikan untuk menjamin tidak adanya kesalahan atau kecelakaan yang mungkin terjadi saat pertandingan berlangsung. 

Nah, demikianlah beberapa syarat mutlak yang harus dipenuhi pemilik sirkuit yang berdasarkan atas pedoman buku FIM. Persyaratan ini telah dipenuhi para pemilik sirkuit di Indonesia dan Malaysia, sehingga sudah bisa digelar pertandingan Moto GP. Pertandingan tersebut dapat Anda tonton dengan membeli tiket Moto GP Sepang terlebih dahulu. Untuk sirkuit Sepang, harga tiket dijual mulai dari Rp. 100 ribuan. 

Semoga informasi di atas bermanfaat ya!

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "4 Syarat Mutlak Bikin Sirkuit MotoGP Sesuai Standar FIM"

Posting Komentar